, WIB>

LPPOM MUI Jawa Tengah Dorong Perusahaan Terapkan Sistem Online dalam Sertifikasi Halal

Semarang, Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI Jawa Tengah kembali menggelar pelatihan sistem Jaminan Halal di awal tahun 2018 ini (15-16/1). Melalui Pelatihan yang rutin di gelar, LPPOM MUI Jawa Tengah terus mensosialisasikan dan mendorong perusahaan pemohon sertifikat halal untuk mengaplikasikan sistem online dalam proses sertifikasi halal atau yang dikenal sistem CEROL.  Sejak Tahun 2016 LPPOM MUI Jawa Tengah telah menerapkan sistem CEROL dalam mekanisme pendaftaran sertifikasi halal. Menurut Direktur LPPOM MUI Jawa Tengah Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq MA, Dengan menerapkan sistem Sertifikasi online perusahaan dapat mengajukan permohonan sertifikasi halal produk secara online tanpa batasan waktu dan tempat. Harapannya dengan dibuat secara online pelayanan sertifikasi halal akan lebih cepat, efisisen, transparan dan akuntabel.

Bertempat di Hotel Pesonna Semarang, Pelatihan SJH 2018 diikui oleh 32 perusahaan dari seluruh Jawa Tengah. Pelatihan berlangsung selama dua hari dengan materi seputar sertifikasi halal dan kriteria-kriteria yang harus dipenuhi oleh perusahaan untuk memperoleh sertifikasi halal, LPPOM MUI memang memasang standar yang ketat dalam proses sertfikasi halal, Bahkan standar ini telah menjadi acuan standar untk srtifikasi halal dalam tingkat internasional. Yang menjadi perhatian kelayakam sebuah perusahaan untuk mendapatkan sertifikasi halal atau tidak bukan hanya pada bahan dan produk saja, namun semua aspek dalam perusahaan, terhitung sejak bahan datang hingga produk siap konsumsi. Setidaknya ada 11 Kriteria yang harus dipenuhi oleh perusahaan untuk memperoleh sertifikasi halal.

Sertfikasi halal selain bertujuan untuk memberikan jaminan kepada konsumen juga untuk menjawab kebutuhan pasar global. Saat ini, sertifikasi halal terhadap produk pangan obat dan kosmetika menjadi permintaan pasar yang sudah tidak dapat di elakkan lagi. Wakil direktur 1 LPPOM MUI Jawa Tengah Dr. H. Ahmad Izzuddin, M.Ag dalam sambutannya menegaskan bahwasannya saat ini sertifikat halal bukan hanya dipandang dari sisi agama saja, produk bersertifikat halal bukan hanya diperuntukkan bagi konsumen muslim, namun sertifikat halal lebih kepada tujuan memberikan jaminan rasa aman kepda  seluruh konsumen baik muslim maupun non Muslim. Terlebih dengan telah di-sahkan-nya UU No. 33 tahun 2014 mengenai Jaminan produk halal, artinya semua produk makanan, minuman obat-obatan dan kosmetika yang beredar wajib bersertifkat halal. “Jika UU ini nantinya diberlakuan dan perusahaan bapak ibu sudah bersertifikat halal berarti sudah aman” tandasnya.

 Terkait pendaftaran sertifikasi halal, LPPOM MUI Jawa Tengah telah menetapkan aturan wajib melalui sistem online atau CEROL. Sistem Online diberlakukan sejak melakukan pendaftaran hingga terbit sertifikat halal. “Saat ini penggunaan CEROL wajib hukumnya bagi semua perusahaan yang mendaftarkan sertifikat halal di LPPOM MUI Jawa Tengah” Terang wakil direktur 2 LPPOM MUI Jawa Tengah Drs. Ir. H. Mochammad Iman.

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas